Riset Membuktikan Bayi kembar Sudah Berkomunikasi Dalam kandungan

Riset Membuktikan Bayi kembar Sudah Berkomunikasi Dalam kandungan

Hotelnella – Manusia adalah makhluk sosial, termasuk bayi yang masih berada dalam kandungan. Bahkan, bayi sudah bisa merespons sentuhan dari luar dengan menendang perut ibu. Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa bayi kembar juga dapat berinteraksi satu sama lain sejak dalam rahim.

Penemuan ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Turin dan Universitas Parma, Italia. Menggunakan teknik ultrasonografi, para peneliti melacak gerakan lima pasang janin kembar dalam sesi harian selama 20 menit. Hasilnya menunjukkan bahwa sejak dini, bayi kembar mulai saling berinteraksi dan menunjukkan tanda-tanda komunikasi di dalam kandungan.

Janin Kembar Mulai Berinteraksi Sejak Usia 14 Minggu

Penelitian yang dipublikasikan di Public Library of Science One menemukan bahwa janin kembar mulai bergerak ke arah satu sama lain sejak minggu ke-14 kehamilan. Seiring waktu, mereka semakin jarang menyentuh diri sendiri dan lebih sering berinteraksi dengan kembarannya.

Menurut Scientific American, pada minggu ke-18, hampir 30 persen gerakan janin kembar diarahkan ke pasangannya. Mereka bahkan menunjukkan gerakan yang lebih akurat dan lembut saat menyentuh kepala atau punggung kembarannya dibanding saat menyentuh wajah atau bagian tubuh sendiri.

Penulis studi, Cristina Beccohio dan Turin, menyatakan bahwa interaksi ini bukan sekadar kebetulan akibat kedekatan fisik, melainkan bentuk awal dari perilaku sosial. Ahli saraf Vittorio Gallese dari Parma juga menambahkan bahwa janin sudah mampu mengendalikan gerakannya sejak bulan kelima, dan keberadaan kembaran dapat mempercepat perkembangan motoriknya.

Gerakan seperti membelai kepala atau punggung kembaran dilakukan dengan lebih lama dan akurat dibandingkan saat janin menyentuh dirinya sendiri, misalnya mata atau mulut.

Penelitian ini menunjukkan bahwa janin kembar sudah menyadari keberadaan satu sama lain sejak dalam kandungan. Mereka bahkan lebih memilih berinteraksi dengan kembarannya dan memberikan respons secara khusus.

Menurut Cristina Beccohio dan Turin, komunikasi antara bayi kembar bukan sekadar hasil dari kedekatan fisik, tetapi merupakan bentuk interaksi sosial yang sudah berkembang sejak dini.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *